(Survai Pada Perusahaan Tekstil Di Surakarta) DRS. EKO ARIEF SUDARYONO, M.Si., Ak. Dosen Fakultas Ekonomi Universitas Sebelas Maret ISTIATI DIAH ASTUTI Alumnus Fakultas Ekonomi Universitas Sebelas Maret ABSTRACT Applications of computer technologies are used by textile companies in Surakarta in order to support business activities in areas of financial, managerial and production process. It is conducted to achieve efficiency and differentiation in order to obtain competitive advantages and their business are more oriented to achieve long-term profits. Although computer has a great deal of benefits, but in other side, several people in society feel anxiety/worry with the numerous presence of computer technology. Purposes of the research were to understand the affect of computer anxiety on skill of computer usage in accounting staff of textile companies in Surakarta. Computer anxiety is a tendency of a person who feels troubled, worry or is afraid of using a computer technology in present and future (Igbaria and Parasuraman, 1989). Method of data collecting was primary data survey and a questionnaire was applied as an aid tool to collect the data. Computer anxiety variable was measured by using "Computer Anxiety Rating Scale (CARS)" instrument that developed by Heissen et. all (1987) and variable of a computer usage was measured by using Computer Self-Efficacy Scale (CSE) that developed by Murphy et. al (1989). The Data testing used analysis of simple linear regression. Analysis result of the data from 125 accounting staffs indicated that computer anxiety has significantly negative correlation with skill of computer use. Therefore, the research result supported the hipotesis that computer anxiety has negative influence on skill of computer use. Keywords: Computer anxiety, skill of computer use LATAR BELAKANG MASALAH Perkembangan dunia usaha (bisnis) dewasa ini ditengarai oleh kompetisi usaha yang semakin ketat dalam skala global. Kondisi tersebut didorong oleh perkembangan teknologi yang cukup pesat. Ada empat macam teknologi yang perkembangannya relative menonjol saat ini, yaitu: teknologi informasi, teknologi pemanufakturan, teknologi transportasi dan teknologi komunikasi. Diantara berbagai jenis teknologi yang berkembang pesat, teknologi informasi mempunyai dampak yang paling dominan terhadap perubahan lingkungan bisnis. Isilah teknologi informasi yang sekarang lazim digunakan banyak orang, sebenarnya merupakan perpaduan antara teknologi komputer, komunikasi dan otomasi kantor yang telah bercampur menjadi satu sehingga sulit untuk memisahkannya (Indriantoro, 1996). Kehadiran dan pesatnya perkembangan teknologi informasi dewasa ini memberikan berbagai kemudahan pada kegiatan bisnis dalam lingkungan yang semakin penuh ketidakpastian. Peran teknologi informasi sebagai alat bantu dalm pembuatan keputusan bisnis pada berbagai fungsi maupun peringkat manajerial, menjadi semakin penting bagi pengelola bisnis karena kemampuan teknologi informasi dalam mengurangi ketidakpastian. KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan Penelitian ini menguji pengaruh tingkat computer anxiety terhadap keahlian karyawan bagian akuntansi dalam menggunakan komputer. Hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini diuji dengan menggunakan analisis regresi linier sederhana. Hasil dari analisis data dengan menggunakan analisis regresi linier sederhana menghasilkan nilai R2 (koefisien determinasi) sebesar 0,263. berarti ada pengaruh yang signifikan antara computer anxiety (variabel independen) terhadap keahlian computer (variabel depeden) dengan variasi perubahan tingkat keahlian komputer dijelaskan oleh variabel computer anxiety sebesar 26,3%. Koefisien regresi (_) bernilai negatif sebesar 1,284 dan nilai t hitung sebesar – 6,625 dengan tingkat signifikan 0,000 atau kurang dari 0,05, berarti semakin rendah computer anxiety pemakai komputer mempunyai pengaruh terhadap keahlian pemakai dalam menggunakan komputer. Atau sebaliknya, semakin tinggi computer anxiety pemakai berhubugan dengan semakin rendah keahlian pemakai dalam menggunakan komputer. Dengan demikian hasil penelitian ini mendukung hipotesis yang menyatakan bahwa computer anxiety mempunyai pengaruh negatif terhadap keahlian dalam menggunakan komputer. Hasil penelitian ini konsisten dengan temuan penelitian Heinssen et al. (1987), Igbaria dan Parasuraman (1989), Harrison dan Rainer (1992), Sabherwal dan Elam (1995), Rifa dan Gudono (1999), Indriantoro (2000) dan Dian Yunita (2004) yang menguji pengaruh computer anxiety terhadap keahlian dalam menggunakan komputer, bahwa computer anxiety mempunyai hubungan negatif yang signifikan terhadap keahlian seseorang dalam menggunakan komputer. Dasar pemikiran yang mendukung temuan penelitian ini dapat dikemukakan sebagai berikut. Sikap pemakai komputer terdiri atas tiga komponen: kognisi, afeksi dan keinginan. Pemakai yang mempunyai kognisi atau keyakinan akan teknologi computer akan memberikan manfaat bagi dirinya akan menimbulkan afeksi yang mempunyai konotasi suka untuk menerima kehadiran teknologi komputer. Keyakinan dan afeksi yang menunjukkan sikap optimistik bahwa komputer dapat membantu mengatasi masalah dalam pekerjaannya sehingga seseorang merasa senang bekerja dengan komputer. Seseorang yang mempunyai sikap demikian tidak merasa terintimidasi, khawatir, susah atau ketakutan oleh kehadiran teknologi komputer atau mempunyai computer anciety yang rendah. Pemakai dengan computer anxiety yang rendah mempunyai keyakinan bahwa teknologi komputer tidak akan mendominasi atau mengendalikan kehidupan manusia, sehingga menimbulkan keinginan yang kuat untuk mempelajari pemanfaatan teknologi komputer. Oleh karena itu, pemakai dengan computer anxiety yang rendah akan menyebabkan tingkat keahlian yang tinggi dalam menggunakan komputer dibanding yang mempunyai tingkat computer anxiety yang tinggi. Keterbatasan Peneliti mengakui sejumlah keterbatasan dalam penelitian ini yang kemungkinan dapat menimbulkan bias hasil penelitian ini, antara lain sebagai berikut: 1. Responden penelitian ini terbatas pada pemakai komputer yang berprofesi sebagai karyawan bagian akuntansi pada perusahaan tekstil di Surakarta. Penggunaan sampel yang terbatas ini kemungkinan akan mengurangi kemampuan hasil penelitian ini untuk digeneralisasi. 2. Dalam penelitian ini peneliti tidak menganalisis pengaruh karakteristik responden terhadap computer anxiety dan keahlian menggunakan komputer. 3. Peneliti hanya menggeneralisasi variabel computer anxiety yang terdiri dari fear (takut) dan anticipation (antisipasi) sebagai satu variabel indepeden, sehingga tidak diketahui faktor mana antara fear dan anticipation yang paling berpengaruh terhadap keahlian menggunakan komputer.

Friday, January 23, 2009
PENGARUH COMPUTER ANXIETY TERHADAP KEAHLIAN KARYAWAN BAGIAN AKUNTANSI DALAM MENGGUNAKAN KOMPUTER
Subscribe to:
Post Comments (Atom)












0 komentar:
Post a Comment